PENELITIAN TERKAIT ALIRAN SUREALISME DI INDONESIA

PENDAHULUAN

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri jejak perkembangan gaya Surealisme di Indonesia melalui kajian literatur. Pertanyaan yang muncul di awal penelitian adalah seberapa banyak literatur berbahasa Indonesia yang membahas Surealisme? Sejauh mana Surealisme dibahas dalam artikel? Apakah ada akademisi yang secara mendalam meneliti gaya Surealisme di Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan ini kemudian menjadi panduan dalam memilih metode penelitian, yaitu dengan mengakses literatur yang pernah membahas gaya Surealisme di Indonesia.

Penelitian awal dilakukan dengan mengakses kembali koleksi literatur berupa buku dan jurnal yang membahas Surealisme dalam konteks seni modern. Selanjutnya, pencarian literatur dilakukan dengan bantuan direktori pencari jurnal dan artikel jurnal yang dapat diakses secara terbuka. Artikel-artikel ini dimanfaatkan untuk memahami lebih dalam bagaimana Surealisme diulas dalam kajian akademik. Kajian akademik yang dimaksud di sini adalah kajian yang dibahas dalam jurnal akademik dan dapat diakses secara bebas. Hal ini dianggap penting karena pembahasan mengenai Surealisme di Indonesia tidak sebanyak pembahasan mengenai gaya lain dalam praktik seni rupa modern.

METODOLOGI PENELITIAN DAN SKEMA PENULISAN

Artikel ini merupakan rekam jejak proses pembelajaran melalui literatur yang telah dipelajari. Tahap pertama melibatkan studi literatur dengan mengakses kembali koleksi yang membahas Surealisme dalam konteks seni rupa Barat. Tahap ini bertujuan untuk meninjau ulang dan memperbarui pengetahuan tentang Surealisme dan peranannya dalam seni rupa modern Barat. Untuk itu, koleksi literatur berupa buku, artikel jurnal, dan pamflet pameran Surealisme diakses.

Pada tahap kedua, studi literatur dilakukan dengan bantuan direktori pencari jurnal dan artikel jurnal yang dapat diakses secara bebas, untuk menelusuri jurnal dan artikel berbahasa Indonesia yang membahas Surealisme. Artikel ini terlebih dahulu membahas hasil studi literatur tentang bagaimana Surealisme muncul dalam konteks seni rupa modern Barat. Tujuannya adalah memberikan konteks mengenai peran Surealisme dalam seni rupa modern dan representasinya terhadap zamannya. Mengingat bagian ini berdasarkan penelusuran ulang pengetahuan mengenai Surealisme, maka fokus penulisan akan pada temuan signifikan untuk rencana riset selanjutnya.

Selanjutnya, artikel ini memaparkan hasil studi literatur berupa pencarian artikel jurnal yang membahas Surealisme dalam kedua direktori tersebut. Bagian ini juga menganalisis dan mengelompokkan bagaimana Surealisme dibicarakan dalam artikel-artikel jurnal yang ditemukan. Paparan singkat mengenai garis besar pembahasan Surealisme dalam artikel jurnal tersebut juga disertakan untuk menyimpulkan bagaimana Surealisme dipahami dalam diskusi akademik.

SUREALISME DALAM BINGKAI SENI RUPA MODERN

Hopkins (2004) dalam bukunya menyatakan bahwa Surealisme tidak sepenuhnya mewakili seni modern. Meskipun memiliki semangat anti borjuis, praktik Surealisme lebih banyak mengeksplorasi keanehan yang terkait dengan sisi irasionalitas manusia. Menurutnya, lukisan Surealisme adalah contoh interaksi manusia dengan alam bawah sadarnya, namun para seniman Surealisme tidak hanya melihat bawah sadar sebagai sumber inspirasi dan kreativitas. Mereka juga melihat lukisan Surealisme sebagai indikator dari apa yang tersembunyi di balik kesadaran manusia.

Eksplorasi visual ke dalam alam bawah sadar manusia adalah inovasi yang dipilih dalam karya-karya Surealisme. Contoh-contohnya bisa dilihat dari karya seniman Surealisme terkenal seperti Salvador Dali, Giorgio de Chirico, Max Ernst, Tristan Tzara, dan lainnya. Di Eropa, siswa sekolah dasar menganggap gaya lukisan Surealisme sebagai penghubung antara dunia nyata dan alam mimpi. Bagi mereka, gaya ini dapat digunakan untuk mengekspresikan rasa asing dari ketakutan, kebingungan, mimpi, dan hal-hal yang tidak dapat mereka definisikan.

Menariknya, meskipun banyak lukisan Surealisme menjadi ikon seni modern, Hopkins menyebut dalam bukunya bahwa Surealisme dalam lukisan memiliki masalah. Masalah ini berasal dari kritikus surealis yang meragukan bahwa teknik automatisme dapat diterapkan pada lukisan Surealisme. Dalam puisi, automatisme mengandalkan spontanitas dalam pembentukan kata, namun dalam proses melukis, hal ini diragukan. Proses penciptaan visual oleh seniman pasti melibatkan pertimbangan tertentu yang tidak pernah benar-benar spontan. Meskipun kesadaran dapat dibatasi, pertimbangan visual tetap melekat pada seniman.

TEMUAN LAIN MENGENAI PEMBAHASAN SUREALISME DI INDONESIA

Dengan menggunakan kata kunci 'Surealisme di Indonesia pdf', beberapa skripsi, tesis magister, dan sebuah disertasi tentang Surealisme ditemukan. Temuan utama yang akan dibahas adalah disertasi mengenai Surealisme di Yogyakarta, yang merupakan karya dari Universitas Wollongong dan ditulis pada tahun 1995. Judul disertasi ini adalah 'Surrealist Painting in Yogyakarta' yang secara khusus membahas lukisan-lukisan bergaya Surealisme yang diciptakan oleh seniman Yogyakarta. Mayoritas seniman dan mahasiswa seni di Yogyakarta dipengaruhi oleh gaya Surealisme melalui aspek visual dan penggunaan warna. Mereka mungkin terinspirasi oleh lukisan-lukisan Surealisme Barat yang mereka temui melalui buku-buku seni dari Amerika dan Eropa.

Surealisme kemungkinan telah secara alami menyatu dalam pikiran seniman dan mahasiswa seni di Jogja. Pengalaman sehari-hari mereka, di tengah latar belakang pemerintahan Orde Baru, sejarah, kondisi sosial, dan politik pada saat itu, sudah memiliki unsur-unsur yang sureal. Contohnya adalah kesenjangan sosial yang terlihat di Jogjakarta, di mana gedung bertingkat berdampingan dengan warisan budaya alam kota Jogjakarta pada tahun 90-an, menciptakan kontras yang mencolok, seperti objek-objek yang tak terduga muncul di tengahnya. Dimulai dari masa kolonial yang memperkenalkan seni rupa modern, tradisi Jawa yang menjadi akar kuat masyarakat Yogyakarta, sejarah seni dan pendidikan seni di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, serta pengaruh latar belakang pemerintahan dan trauma politik dan sosial, semuanya memainkan peran dalam membentuk pengalaman sureal seniman Yogyakarta.

PEMBAHASAN

Ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar dari kesimpulan ini. Pertama, keterbatasan data hanya mengandalkan dua direktori pencarian. Selain itu, diasumsikan bahwa pertumbuhan jumlah artikel jurnal yang diterbitkan di Indonesia mungkin rendah. Jumlah yang sedikit dalam jurnal tidak berarti bahwa pembahasan Surealisme juga minim di platform lain, seperti pencarian daring. Temuan tentang disertasi yang mengungkap tentang bagaimana Surealisme mengalami cultural appropriation di masyarakat seni Jogja menunjukkan adanya diskusi akademik tentang Surealisme di luar artikel jurnal yang disebutkan.

Selanjutnya, data dari artikel jurnal menghasilkan asumsi bahwa Surealisme di Indonesia cenderung diadopsi secara visual. Asumsi ini didukung oleh fakta bahwa sebagian besar artikel yang ditemukan membahas karya seni yang dianggap memenuhi kriteria gaya Surealisme, baik secara visual maupun sastra. Penjelasan ilmiah yang terkait dengan Surealisme digunakan untuk mengkategorikan karya-karya tersebut. Dari 10 artikel jurnal yang ditemukan, 9 di antaranya mencoba memahami bagaimana karya yang dibahas dapat diklasifikasikan sebagai Surealisme melalui berbagai konsep ilmiah yang terkait dengan gaya tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN ALIRAN SUREALISME DI INDONESIA

MAKNA WARNA DALAM KARYA SENI RUPA